Beranda » Artikel » Keutamaan Shalat Dhuha

Keutamaan Shalat Dhuha

T Diposting oleh pada 19 January 2019
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 275 kali

Shalat Duha ialah salat sunah yang dapat dilakukan seorang muslim ketika waktu duha. Shalat dhuha ialah salah satu shalat sunnah yang istimewa. Banyak manfaat dan keutamaan kalau seorang muslim rutin melaksanakan shalat sunnah ini. Shalat ini dikenal sebagai shalat sunnah untuk memohon rezeki dari Allah SWT.  Waktu duha ialah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga siang kurang lebih pukul 11Am. Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salah.

Keutamaan shalat dhuha
 

Walaupun bernilai sunnah, shalat ini mengandung banyak fadhilah (keutamaan), namun tak banyak dari kita yang memperhatikannya. Diantaranya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Darda’ ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat pada permulaan hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR. Tarmidzi)

At Thayyibi menjelaskan bahwa dengan mengerjakan 4 rak’at di pagi hari, Allah akan mencukupi kebutuhan-kebutuhan kita dan menjauhkan kita dari semua yang tidak kita inginkan hingga malam hari. Dan keutamaan lainnya ialah seseorang yang mengerjakannya dimasukkan dalam golongan orang-orang yang kembali kepada Allah. Karena shalat Dhuha ialah shalat awwabin, shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah (bertaubat). Dalam hadits lain Rasulullah SAW menyebutkan bahwa pahala orang yang mengerjakan shalat Dhuha seperti orang yang mengerjakan umrah.

Menjadi kaya dengan shalat dhuha?


Ada diantara kaum muslimin yang sangat senang melakukan shalat dhuha. Namun ironisnya kompilasi mereka mengerjakan shalat wajib, sebaliknya malas-malasan dan hanya sambil menunggu untuk digugurkan hanya. Shalat subuh dikerjakan jam 6 pagi dan salat asar hanya kalau sempat aja. Penyebabnya, ada harapan lain kompilasi dijalankannya ingin mendapatkan balasan di dunia, dapatkan kembali rezekinya dan menjadi orang kaya raya. Melakukan doa-doa yang dipanjatkannyapun hanya dengan kelancaran rizkinya. Demikian fenomena yang sering kita dapatkan di masyarakat. Dunia, mungkin aja mereka peroleh. Boleh jadi semakin meningkat rizkinya dan karirnya terus meningkat. Apa yang mereka peroleh di akhirat? Qatadah kompilasi menantikan surat Hud: 15-16, ia berkata, “Barang siapa yang diminta, dunia yang selalu dia cari-cari dengan amalan shalehnya, maka Allah akan memberikan kebajikan di dunia. Namun kompilasi di akhirat, dia tidak akan mendapatkan keuntungan apa-apa sebagai alasan untuknya. Sementara seorang mukmin yang ikhlas dalam beribadah (selain memilih wajah Allah), selain akan mendapatkan balasan di dunia dia juga akan mendapatkan balasannya di akhirat. “

Shadaqah tanpa harta

Setiap hari, persendian kita memiliki kewajiban untuk bershadaqah sebagai praktik syukur kita kepada Allah, Zat yang sudah menciptakannya. Caranya pun beraneka ragam, sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah SAW,

Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bershadaqah setiap harinya sejak matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang yang berselisih adalah shadaqah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah shadaqah. Berkata yang baik juga termasuk shadaqah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah shadaqah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu lelah dan berat-nya kita jika harus melakukan berbagai amal tersebut setiap harinya. Sehingga para sahabatpun bertanya, “Siapa yang sanggup melakukan, wahai Rasulullah?” Maka beliau menjawab, “Jika ia tidak mampu, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad Abu Dawud)

Rasulullah SAW memberikan kemudahan kepada umatnya, bahwa semua shadaqah yang dilakukan oleh anggota badan tersebut dapat diganti dengan 2 rakaat shalat Dhuha, karena shalat merupakan amalan semua anggota badan. Jika seseorang melaksanakan shalat, maka setiap anggota badan menngerjakan fungsinya masing-masing. Demikian penjelasan yang disebutkan oleh Ibnu Daqiqil ‘Ied.

Jumlah raka’at Dhuha minimal adalah 2 raka’at sedangkan maksimalnya adalah 12 raka’at. Dengan menjalankan 2 raka’at Dhuha, kita telah mengerjakan salah satu wasiat Rasulullah SAW. Abu Hurairah berkata, “Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku dengan tiga perkara: puasa selama tiga hari setiap bulannya, dua raka’at shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Luangkan waktu


Waktu pelaksanaan shalat Dhuha ialah ketika matahari mulai naik sepenggalan, kira-kira seperempat jam setelah matahari terbit hingga waktu zawal (matahari tergelincir). Dan waktu yang paling afdhal adalah ketika matahari mulai panas.

Memang, tak mudah untuk melaksanakan shalat Dhuha. Karena waktunya bertepatan dengan jam-jam dimulainya aktivitas keseharian, orang sibuk bekerja mencari rezki pada waktu tersebut. Namun, sesempit apapun waktu kita karena aktivitas sehari-hari, jika kita luangkan waktu sejenak untuk melaksanakan shalat Dhuha, Insya Allah tidak akan mengurangi jatah rizki yang telah ditentukan untuk kita. Kalau toh meluangkan waktu pada waktu tersebut tidak memungkinkan pula, karena peraturan perusahaan yang begitu ketat dan mengikat, shalat Dhuha bisa kita kerjakan sebelum masuk jam kerja. Nah, mari awali kerja kita dengan mengerjakan shalat Dhuha.

Belum ada Komentar untuk Keutamaan Shalat Dhuha

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

a Artikel Terkait Keutamaan Shalat Dhuha

Empati Terhadap Musibah Yang Menimpa Negeri (Yakin Peduli Covid 19)

T 30 April 2020 F , A Admin Yayasan Kalimatunsawa

Covid 19 merupakan virus pendemi yang saat ini mewabah ke seluruh dunia. Virus baru dan penyakit ini pada awalnya tidak umum di ketahui oleh manusia. Awal mula terjangkitnya  covid 19 tersebar yaitu, di Wuhan, Tiongkok, Cina Desember 2019. Virus covid... Selengkapnya

Tanggap Bencana Terhadap Bencana Indonesia

T 25 January 2021 F A Admin Yayasan Kalimatunsawa

Tanggap Bencana Terhadap Bencana Indonesia Bencana Alam merupakan suatu peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, tanah longsor, banjir, angin topan dan kekeringan. Bencana alam dibagi menjadi beberapa katerogi Bencana alam meteorologi. Bencana... Selengkapnya

Semarak Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW & Tasyakuran Milad Ke-9 Yayasan Kalimatunsawa Indonesia

T 30 March 2021 F A Admin Yayasan Kalimatunsawa

Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting yang mengisahkan tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW. Isra Miraj terdiri dari dua bagian perjalanan utama, yaitu Isra yang merupakan perjalanan pada malam hari dari Masjidilharam Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem. Sedangkan Miraj... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Sekiranya Bapak/Ibu memerlukan informasi yang lebih lengkap mengenai layanan Kalimatunsawa Indonesia, silakan untuk menghubungi kami.

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa kami bantu?

Assalamu'alaikum. ada yang bisa kami bantu? silakan klik chat di bawah ini.

Sekretaris Harian

Admin Kalimatunsawa Indonesia

Online

Sekretaris

Rini Heriana

Online

Admin Kalimatunsawa Indonesia

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu? 00.00

Rini Heriana

Assalamu'alaikum, ada yang bisa kami bantu? terimakasih. 00.00