Beranda » PEDULI DHUAFA

PEDULI DHUAFA

Dhuafa berasal dari dh’afa atau dhi’afan yang artinya (lemah) Kata lemah ini dalam aspek belum sejahtera secara finansial. Dalam Al-Quran banyak sekali firman Allah yang tersurat dan tersirat dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang menguraikan tentang kaum dhuafa. Seperti surah QS an-Nisaa: 9
dan QS Al-Qashash: 4-5 yang menjelaskan tentang dhuafa.

Dalam ayat tersebut dhuafa berasal dari kata dh’afan atau dhi’afan yang artinya lemah atau tertindas, dan dalam beberapa ayat lain, dhuafa disebut sebagai mustadh’afin. Sedangkan secara istilah dhuafa adalah golongan atau kelompok atau seorang yang hidupnya berada dalam keadaan miskin, tertindas, tidak berdaya serta mengalami penderitaan.

Kaum dhuafa tidak hanya ditujukan untuk orang yang dianggap lemah dan tidak berdaya dalam hal ekonomi seperti fakir dan miskin, tetapi bisa juga lemah dalam aspek lain contohnya lemah fisik, dan lemah iman. Orang yang kondisi fisiknya lemah atau cacat atau seperti tuna rungu dan tuna netra dan orang yang lemah secara iman seperti muallaf adalah termasuk kedalam golongan dhuafa.

Ada juga orang yang lemah mentalnya seperti anak yang mengalami Retardasi mental atau orang yang mengalami gangguan mental pada perkembangan otaknya yang ditandai dengan nilai IQ yang dibawah rata-rata untuk orang normal pada umumnya dan kemampuan untuk melakukan keterampilan sehari-hari yang buruk.

Mengutip dari blog.kitabisa.com berikut adalah orang yang dikategorikan sebagai kaum dhuafa, sebagai berikut:

  1. Anak-anak yatim, yang merupakan anak-anak yang ditinggal ayahnya dalam keadaan belum baligh.
  2. Janda yang kehilangan suaminya, sehingga tidak ada orang yang menjadi tumpuan hidupnya dalam mencari nafkah.
  3. Orang Miskin, orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan tanggungannya dan istri serta anak-anaknya. Kebanyakan di antara mereka bekerja, namun penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.
  4. Orang Fakir, adalah orang yang paling sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tempat tinggal. Dan bahkan lebih sengsara dari orang miskin.
  5. Muallaf, Meskipun secara fisik maupun harta keadaannya mencukupi, tetapi mereka masih dikatakan lemah dari segi keimanannya.
  6. Hamba sahaya atau Budak, adalah mereka yang bahkan tidak memiliki kemerdekaan dan kebebasan untuk mengatur hidupnya sendiri. Dan biasanya juga tidak memiliki harta benda.
  7. Korban Bencana, orang yang terkena musibah sehingga kehilangan harta dan jiwa yang mereka miliki.

Menyantuni Dhuafa
Didalam Al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menyuruh atau memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kaum dhuafa. Seperti contohnya dalam surah An-Nissa: 36 yang memerintahkan kita untuk memuliakan mereka, dan surah Al-Israa: 23 yang memerintahkan kita untuk memelihara mereka dengan penuh kasih sayang dan sopan santun.

Dalam menyantuni kaum dhuafa kita bisa memberikan barang atau harta yang bermanfaat atau juga bisa menafkahi mereka agar penderitaan yang menyertainya sedikit berkurang. Meski mereka adalah golongan kaum yang lemah namun mereka dianugerahkan kekuatan oleh Allah, yaitu pada do’a yang mereka ucapkan makbul dan mustajab dan cepat dikabulkan oleh Allah.

Rasulullah saw bersabda, “Ada kalanya seseorang yang berurai rambut dan berdebu, bahkan bertolak dari segala pintu rumah orang karena rendahnya dalam pandangan manusia, tetapi kalau ia sunggu-sungguh minta(berdo’a) kepada Allah, pasti Allah akan menerima(mengabulkan)nya”. (HR Muslim)

“Dan takutlah dari do’a orang yang teraniaya, karena tidak ada dinding antara do’a itu dan Allah”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam Al-Qur’an Allah swt menjanjikan bahwa mereka yang berbuat baik, memenuhi hak, dan tidak melanggar larangan terhadap kaum dhuafa akan diberi ganjaran seperti dalam QS Al-Baqarah: 271 yang memberitahu akan dihapuskan sebagian kesalahan mereka, dan QS Adh-Dhuha: 5-11 yang menyebutkan bahwa akan mendapatkan karunia, perlindungan dan petunjuk Allah, hatinya puas, dan termasuk orang bersyukur.

Dan dalam Al-Qur’an juga Allah swt juga telah menetapkan sanksi kepada orang-orang yang tidak mau berbuat baik, merampas hak-hak mereka serta melanggar larangan terhadap mereka. Seperti dalam QS Al-Fajr: 18-33 yang menyebutkan bahwa orang yang tidak memuliakan mereka akan mendapatkan azab didunia dan di akhirat, dan QS Al-Maa’uun: 1 yang menyebutkan bahwa orang yang menghardik kaum dhuafa di cap sebagai pendusta.

Dhuafa Yayasan Kalimatunsawa Indonesia

Duafa merujuk kepada suatu kondisi seseorang atau kelompok atau golongan yang hidup dalam ketidakberdayaan baik secara ekonomi maupun secara sosial. Kondisi ini terlihat jelas dalam satu dari banyaknya golongan di negara Indonesia ini yang di liputi kemiskinan, kesengsaraan, kelemahan, ketertindasan, dan penderitaan yang tiada putus.

Untuk itu adanya Yayasan Kalimatunsawa Indonesia yang bergerak di bidang lembaga sosial dan kemanusiaan siap membantu dan merangkul para Dhuafa. Khususnya di wilayah Kemang sari, Bekasi serta Dhuafa di Pakis Jaya, Karawang (Cabang Yayasan).

Program Peduli Dhuafa’ adalah program bantuan  untuk kegiatan pemberdayaan kaum dhuafa dalam pengembangan kualitas individunya dalam penyediaan lapangan kerja dan bantuan biaya kehidupan hari-harinya.

Dengan bantuan ini targetnya adalah pemberdayaan akan kemandirian mereka, sehingga secara bertahap ke depannya mereka bisa hidup secara mandiri untuk dirinya dan juga menghidupi keluarganya.

Program ini diwujudkan dalam bentuk Santunan Dhuafa’ secara berkala dan penyediaan prasarana pengembangan kegiatan ekonomi.

Di setiap kesempatan Alhamdulillah Yayasan amanah dalam memberikan bantuan kepada kaum dhuafa dengan bentuk dana dan paket sembako serta beras untuk keberlangsungan hidup mereka. Bukan hanya perhatian dalam bentuk fisik pihak yayasan juga mendata dengan detail data pribadi setiap dhuafa agar menjadi catatan sekretariat jika ada bantuan dari para donatur.
Kurang lebihnya Dhuafa yang ada di daerah kemangsari berjumlah 50 orang dan di pakisJaya, Karwang berjumlah 78 orang.

Sepekan sekali Yayasan membuat program Jumat berkah untuk bersilaturahmi berkunjung kepada para dhuafa dan mengecek kondisi kesehatan serta kelayakan hidup para dhuafa. Dan tak lupa pula kami memberikan bantuan keperluan hidup mereka.

Jika ada di antaranya hamba Allah yang ingin ikut membantu menjadi penyalur rejeki bagi Dhuafa binaan Yayasan Kalimatunsawa Indonesia. Kami sangat bersyukur serta membuka kesempatan kebaikan itu seluas-luasnya. Semoga Allah SWT melapangkan dan melancarkan rekeki Bapak/Ibu/Kakak. Aamiin.

Mari salurkan donasi berkah dhuafa anda melalui:

Rekening Donasi:
Mandiri/1660000629899/An.Yayasan Kalimatunsawa Indonesia.

 

PEDULI DHUAFA | Yayasan Anak Yatim | Lembaga Sosial di Bekasi

Belum ada Komentar untuk PEDULI DHUAFA

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

+ SIDEBAR

Sekiranya Bapak/Ibu memerlukan informasi yang lebih lengkap mengenai layanan Kalimatunsawa Indonesia, silakan untuk menghubungi kami.

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa kami bantu?

Assalamu'alaikum. ada yang bisa kami bantu? silakan klik chat di bawah ini.

Sekretaris Harian

Admin Kalimatunsawa Indonesia

Online

Sekretaris

Rini Heriana

Online

Admin Kalimatunsawa Indonesia

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu? 00.00

Rini Heriana

Assalamu'alaikum, ada yang bisa kami bantu? terimakasih. 00.00