Beranda » Artikel » Dahsyatnya Sedekah mewujudkan Segenap Kebaikan

Dahsyatnya Sedekah mewujudkan Segenap Kebaikan

T Diposting oleh pada 14 December 2018
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 327 kali

Dalam Islam sodaqoh atau sedakah ialah suatu amal perbuatan (pemberian) dari seseorang kepada orang lain secara sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sementara itu ulama membagi 3 macam, yaitu sedekah dengan tenaga, pikir dan harta.

Sedekah dengan pikir ialah membantu orang lain mengatasi masalah, menghasilkan ide dan gagasan yang baik, dan mengajarkan ilmu yang berguna. Contohnya ialah para ulama dan intelektual muslim yang menyalurkan seluruh waktunya untuk mengarang kitab, tanpa pernah mengharapkan upah dari pembacanya.

Sedekah dengan tenaga ialah ketika seseorang meluangkan sebagian waktunya untuk membantu orang lain yang sedang membutuhkan (misalkan menyingkirkan duri/batu yang ada di tengah jalan, membantu pembangunan, membantu orang menyebrang dan masih banyak lagi).

Sedangkan sedekah dengan harta ialah ketika seseorang mendermakan sebagian hartanya baik kepada orang yang membutuhkan.

Hukum Sedekah
Tentang sedekah, para ulama sepakat bahwa hukum sodaqoh ialah sunnah (mempeoleh ganjaran bagi yang menunaikan, dan tidak menjadi dosa bagi yang meninggalkannya). Mengenai hukum tersebut bisa berubah menjadi haram ataupun wajib. Sedekah menjadi haram apabila orang yang bersedekah itu mengetahui bahwa harta yang ia sodaqohkan kepada seseorang akan digunakan pada jalan maksiat.

Dan adakalanya pula hukum sedekah menjadi wajib  apabila seseorang bertemu dengan orang yang sedang dalam keadaan lapar, apabila ia tidak mendapatkan shadaqoh (makanan) orang tersebut akan meninggal.

Sementara itu banyak dalil-dalil anjuran, mengenai perintah dan fadhilah dari bersedekah ini, baik di dalam Al-Qur’an, Hadits, ataupun atsar para sahabat.

Dan berikut, 15 dalil tentang keutamaan sedekah

#Menjadikan Harta Berkah
Berkah dalam secara istilah yaitu yaziidu fil khoir (bertambahnya suatu kebaikan). Dengan kata lain, jika seseorang bersedekah hal itu akan membuat pelakunya memiliki harta yang berlimpah.

1. Hal ini ditegaskan dalam Qs. Saba’ : 39

قُلْ إِنَّرَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقِ لِمَن يَشَا ءُمِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُلَهُ وَمَاأَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍفَهُوَيُخْلِفُهُ وَهُوَخَيْرُالرَّازِقِيْنَ

 

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”

 

  1. Dan di perkuat lagi dengan sabda Rasulullah saw :

إِنَّ اللهَ لَيُرَبِّي لأَحَدِكُمُ التَّمْرَةَ وَ اللُّقْمَةَ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فُلُوَّهُ أَوْ فَصِيْلَهُ حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ أُحُدٍ

“Sesungguhnya Allah akan mengembangkan sedekah kurma atau sepotong makanan salah seorang di antara kalian, sebagaimana seorang memeliharanya salah seorang diantara kalian terhadap anak kuda atau anak untanya, sehingga sedekah tersebut menjadi besar layaknya bukit Uhud.”

#Sedekah Dapat Meyembuhkan Penyakit
3. Rasulullah saw pernah bersabda  :

دَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ

“Obatilah orang sakit di antara kalian dengan sedekah.”( Syu’abul Iman, karya Baihaqi 3/282, no. 3558. Al-Albani menghasankan hadits ini di dalam Shahihul Jami’ 1/634, no. 3358.)

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa sedekah itu bisa menolak bala bencana dan musibah-musibah yang akan datang, sekalipun pelakunya adalah orang zhalim.
Sementara itu, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah  pernah berkata “Bahwa sedekah itu bisa memberikan pengaruh yang luar biasa untuk menolak berbagai macam musibah dan bencana sekalipun pelakunya orang berdosa, zhalim, bahkan orang kafir sekalipun. Karena lewat kemulyaan sedekah itu, orang-orang tersebut ikut termulyaan.”  (Meskipun bagi orang kafir tidak akan mendapatkan bagian di akhirat kelak.)

#Sedekah adalah Sebaik-baiknya Amal
4. Rasulullah saw bersabda :

اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى, وَ الْيَدُ الْعُلْيَا هِيَ الْمُنْفِقَةُ وَ الْيَدُ السُّفْلَى هِيَ السَّائِلَةُ

“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Tangan di atas adalah yang memberi, dan tangan di bawah adalah yang meminta.”

Hadits tersebut memberi makna implisit bahwa sedekah mengandung arti kemulyaan. Sebagaimana seseorang yang mulya, yang mempunyai kedudukan lebih, pasti identik dengan derajatnya yang tinggi (di atas). Hal ini selaras dengan perkataan sayyidina Umar bin Khattab dibawah ini:

5. ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu  berkata :

إِنَّ اْلأَعْمَالَ تَتَبَاهَى, فَتَقُوْلُ الصَّدَقَةُ : أَنَا أَفْضَلُكُمْ

“Sesungguhnya setiap amalan itu saling membanggakan satu sama lainnya, (begitu pula dengan sedekah), ia berkata (kepada amalan-amalan lain), ‘Akulah adalah yang lebih utama diantara kalian’.”

#Melipat Gandakan Pahala
6. Selain dapat menolak berbagai musibah dan menyembuhkan sakit, manfaat lainnya dari bersedekah ialah melipat gandakan pahala kita, hal ini tertuang dalam Qs. Al-Baqarah : 261

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah 2:261)

  1. Sementara itu, Rasullullah saw membuat perumpaan tentang sedekah yang berlipat ganda. beliau bersabda :

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ, وَ لاَ يَقْبَلُ اللهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ, وَ إِنَّ اللهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

 

“Seseorang yang bersedekah senilai satu biji kurma yang berasal dari hasil jeri payahnya (usahanya) yang baik – dan tidaklah Allah akan menerima kecuali hanya menerima yang baik–, maka sesungguhnya Allah akan menerima sedekahnya itu dengan tangan kanan-Nya. Kemudian dipelihara untuk pemiliknya sebagaimana seseorang di antara kalian memelihara anak kuda, sampai sedekah itu menjadi (besar) seperti gunung.”

  1. Sahabat Nabi saw; Yahya bin Ma’ad berkata, “Aku tidak pernah mengetahui ada sebutir biji pun yang beratnya sebanding dengan gunung, selain dari biji yang disedekahkan.”

#Penghalang Dari Api Neraka

Ada banyak hal yang dapat membentengi diri kita dari api neraka, ada banyak amal kebaikan yang dapat mencegah api neraka menjilat tubuh kita, salah satunya dengan sedekah yang kita lakukan di dunia. Hal ini di perkuatkan oleh sabda baginda Nabi saw

 

  1. Rasulullah saw bersabda :

اِجْعَلُوْا بَيْنَكُمْ وَ بَيْنَ النَّارِ حِجَابًا وَلَوْ بِشِقِّ التَّمْرِ

“Buatlah penghalang antara kalian dan api neraka, walaupun hanya dengan separuh butir kurma.”

#Tanda atau Bukti Kuatnya Keimanan Seseorang

Tidak ada yang tahu kadar keimanan seseorang selain Allah swt, bahkan diri kita sendiri pun tidak tahu seberapa besar kadar keimanan dalam diri kita. Namun jika kita ingin merasakan seberapa besar kadar keimanan kita, para ulama telah mengklasifikasikannya, yaitu :

1) Seberapa waktu yang kita gunakan untuk Allah

2) Seberapa banyak kita menangisi dosa-dosa kita (walaupun dosa kecil)

3) Seberapa besar kerinduan kita ingin berjumpa denganNya

4) Seberapa semangat kita memerintah kebaikan

5) Seberapa kuatkah kita mencegah kemungkaran

6) Seberapa pedulikah kita terhadap nasib sesama muslim

7) Dan masih banyak lagi..

 

 

  1. Jika kita ingin meningkatkan kadar keimanan kita kepada Allah, giat dalam beribadah dan semangat dalam melakukan amal kebaikan lainnya, maka mulailah dengan sedekah. Hal ini diperkuat oleh hadits dari baginda Nabi saw.

الصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ

“Sedekah adalah burhan (bukti).”

Dalam kitab Riyadhus Sholihin dijelaskan bahwa kata burhan dalam konteks hadits di atas yaitu merujuk pada bukti atau tanda keimanan seseorang. Jika kita ingin melihat seberapa besar kadar keimanan seseorang, lihatlah seberapa sering ia bersedekah.

  1. Sementara itu pada kesempatan lain Rasulullah saw mengklasifikan antara kikir dengan iman:

لاَ يَجْتَمِعُ الشُّحُّ وَ اْلإِيْمَانُ فِي قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا

“Tidak akan berkumpul sifat kikir dan iman di dalam hati seseorang, lamanya.”

#Menghapus Dosa dan Kesalahan
12. Rasulullah saw bersabda :

تَصَدَّقُوْا وَلَوْ بِتَمْرَةٍ, فَإِنَّهَا تَسُدُّ مِنَ الْجَائِعِ وَ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

“Bersedekahlah kalian, meski hanya dengan sebiji kurma. Sebab, sedekah dapat memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan, dan memadamkan kesalahan, sebagaimana air mampu memadamkan api.”

Beliau juga pernah memberikan untaian nasehatnya kepada para pedagang :

يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ, إِنَّ الشَّيْطَانَ وَ اْلإِثْمَ يَحْضِرَانِ الْبَيْعَ, فَشُوْبُوْا بَيْعَكُمْ بِالصَّدَقَةِ

“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa itu menghadiri jual beli kalian, maka sertailah jual beli kalian itu dengan sedekah.”

#Pahala Yang Mengalir

  1. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنُ مِنْ عَمَلِهِ وَ حَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ –وَ ذَكَرَ مِنْ ذَلِكَ- وَ مُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لابْنِ السَّبِيْلِ بَنَاهُ أَوْ نَهَرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَتِهِ وَ حَيَاتِهِ يَلْحَقَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

“Sesungguhnya diantara perkara yang menyertai seorang mu’min ketika wafat ialah amal dan dan kebaikannya –beliau saw menyebutkan hal itu–, (yakni) mushaf yang ia tinggalkan, masjid yang ia bangun, rumah untuk orang yang dalam perjalanan yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, atau sedekah yang ia keluarkan dari sebagian hartanya di kala sehat dan hidupnya, maka amalan-amalan tersebut akan bakal menghampirinya setelah ia wafat.”

#Mendapatkan Naungan Pada Hari Kiamat

Sebagaimana amal ibadah lain yang dapat membela pemiliknya ketika menghadapi sidang dipadang Mahsyar, begitu pun dengan sedekah, sedekah akan menolong pelakunya dari kesengsaraan dalam menghadapi hari kegentingan.

  1. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw:

كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ

“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, sampai diputuskannya perkara di antara manusia.”

  1. Sementara dalam hadits lain disebutkan :

ظِلُّ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَدَقَتُهُ

“Naungan seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.”

#Menghadiahkan Keberkahan Sedekah Kepada Yang Telah Meninggal

Para zumhur ulama dikalangan ulama ahlus sunnah berpendapat bahwa sedekah yang dikeluarkan untuk seseorang yang telah meninggal dunia, maka pahala tersebut akan sampai kepada si mayit. Hal ini menjadi bukti betapa agungnya sedekah itu, dan betapa mulianya orang yang gemar bersedekah.

 

  1. Adapun Dalil yang memperkuat tentang menghadiahkan sedekah kepada mayyit, yaitu hadits yang diterima oleh Sayyidatuna Aisyah radhiallahu ‘anha:

أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم إن أمي افتلتت نفسها ، وأظنها لو تكلمت تصدقت ، فهل لها أجر إن تصدقت عنها ؟ قال : نَعَمْ

“Bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam : ‘sesungguhnya ibuku meninggal secara tiba-tiba dan ia tidak memberikan wasiat. Aku megira kalau ia berwasiat sebelum wafatnya, pasti ia ingin bersedekah. Lalu, Apakah beliau akan mendapatkan pahala bila aku bersedekah atas namanya ?’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab , ‘Ya’.”

Belum ada Komentar untuk Dahsyatnya Sedekah mewujudkan Segenap Kebaikan

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

a Artikel Terkait Dahsyatnya Sedekah mewujudkan Segenap Kebaikan

Setiap Manusia Memiliki Hak yang Melekat pada Diri Mereka Sendiri

T 10 December 2020 F A Admin Yayasan Kalimatunsawa

Hak Asasi Manusia (HAM) Setiap tanggal 10 Desember masyarakat memperingati hari HAM sedunia, peringatan ini di adakan untuk mengenang hari adopsinya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada tahun 1948 silam dan secara resmi dimulai dari tahun 1950 saat rapat Pleno... Selengkapnya

Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H (Yayasan Kalimatunsawa Indonesia)

T 11 November 2020 F , A Admin Yayasan Kalimatunsawa

Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia Perayaan Maulid merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Maulid dirayakan di banyak negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Sebagian kaum muslimin meyakini bahwa perayaan Maulid Nabi disyariatkan... Selengkapnya

peringatan tahun baru islam

YAKIN Memperingati Tahun Baru Islam 1440 H

T 9 October 2018 F , A Rini Heriana

  Pertama tama marilah kita ucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas taufik, hidayah, serta rida-nya atas nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita semua, dan atas izin NYA juga kita dapat melaksanakan serangkaian kegiatan acara yang berjalan dengan sukses... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Sekiranya Bapak/Ibu memerlukan informasi yang lebih lengkap mengenai layanan Kalimatunsawa Indonesia, silakan untuk menghubungi kami.

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa kami bantu?

Assalamu'alaikum. ada yang bisa kami bantu? silakan klik chat di bawah ini.

Sekretaris Harian

Admin Kalimatunsawa Indonesia

Online

Sekretaris

Rini Heriana

Online

Admin Kalimatunsawa Indonesia

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu? 00.00

Rini Heriana

Assalamu'alaikum, ada yang bisa kami bantu? terimakasih. 00.00